Mengiringi waktu yang berlalu
Dari hari ke hari
Masih jua aku begini
Mengatur jejak menimang derita
Membilang air mata...dalam memburu laluan hidup
Begitupun...masih ku asuh tabah di hati
Hakikatnya...
Kerana aku jua manusia
Lemah dan punya rasa
Sesekali gelisahku menjadi duri
Menikam sakit derita
Menusuk pedih harapan yang menggunung tinggi
Di ketika ini..
Aku tiba-tiba menjadi keliru
Dan terlalu asing dalam mencari haluan
Ampun...Ya Tuhan!
Jika dalam gelisah ini
Aku keliru antara nasib dan takdir
Antara redha dan kesal
Segalanya terlalu sulit untuk ku beza
Beginikah hidup yang direncana
Atau beginikah suratan yang terbina?
Apakah sudah ditentukan...
Atau merintis sulit di setiap likuan masa
Tuhan...
Ku himpun doa walau bicaranya tetap sama
Ku gubah zikir ku lagukan berjuta kali
Hingga akhirnya aku kahabisan tangis
Ampuni daku Ya Tuhan...
Yang sering menjadi keliru dalam mengatur langkah
Meneroka hidup baru.
No comments:
Post a Comment